Pola Asuh Balita Stunting Usia 24-59 Bulan Pada Masa Pandemi COVID-19

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17159/

Pola Asuh Balita Stunting Usia 24-59 Bulan Pada Masa Pandemi COVID-19

Hermawan, Saputra

Indonesia termasuk salah satu negara dengan “tiga beban malnutrisi”, sebelum adanya pandemi COVID-19. Tujuh juta
anak di Indonesia mengalami stunting. Sebagian dari total ibu hamil mengalami anemia. Stunting dapat terjadi akibat
pola asuh balita yang tidak sesuai dan pola makan balita yang tidak seimbang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola
asuh terhadap balita stunting usia 24-59 bulan pada masa pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan
terpilih Kota Depok Jawa Barat Tahun 2020. Penelitian dilakukan di wilayah Puskesmas Kecamatan Pengasinan, yaitu
Kelurahan Pengasinan dan Bedahan. Pelaksanaan penelitian ini mulai bulan Juli-Agustus tahun 2020. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa
masih banyak ibu balita yang kurang tepat dalam hal pola asuh balita. Mulai dari kurangnya pemahaman tekait ASI
Eksklusif dan MPASI, pentingnya imunisasi dasar lengkap, vitamin A, dan praktik pemberian makan serta kurang
tepatnya pola pemberian makan pada balita. Selain itu praktik pelayanan kesehatan di Puskesmas Pengasinan sudah
cukup baik selama masa pandemi stunting tetapi pelayanan kesehatan khusus balita stunting dianggap kurang karena
selamapandemi tidak ada pelayanan kesehatan khusus yang diterima balita stunting. Diharapkan untuk mengevaluasi
kinerja kader-kader posyandu. Selain itu, nakes juga perlu memberikan mentoring dan coaching pada kader, sehingga
meningkatkan kapasitas kader posyandu.

http://repository.uhamka.ac.id/id/eprint/17159/2/Pola%20Asuh%20Balita%20Stunting%20Usia%2024-59%20Bulan%20Pada%20Masa%20Pandemi%20COVID-19.pdf

Unduh!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *